Aksi Solidaritas untuk Yuyun. (Rengga Satria/Celahkota)
Berita

Mereka yang Menyala Bersama Yuyun

“#NyalaUntukYuyun Pelakunya dibawah 20thn!! Kecil2 kok biadab!!!!!”

Sejumlah organisasi perempuan dan masyarakat menggelar aksi solidaritas bertajuk #SOS (Save Our Sister): Bunyikan Tanda Bahaya! di depan Istana Negara Jakarta, Rabu (04/05). Aksi tersebut sebagai bentuk empati terhadap kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa Yuyun, seorang siswi SMP asal Bengkulu berusia 14 tahun yang diperkosa secara bergilir dan dibunuh oleh 14 orang. (Celahkota/Rengga Satria)

CELAHKOTA.COM – Kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa Yuyun, siswi SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggugah aksi solidaritas di kalangan para netizen . Dengan tagar #NyalaUntukYuyun, para netizen  menyampaikan rasa belasungkawa kepada Yuyun dan (bahkan) kemaharannya (terhadap para pelaku).

“#NyalaUntukYuyun Pelakunya dibawah 20thn!! Kecil2 kok biadab!!!!!,” cuit penyanyi seksi Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie yang akrab disapa Shanty lewat akun twitternya @shanty78

Tak hanya Shanty, kejadian naas yang menimpa Yuyun juga mengundang rasa empati yang mendalam dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Lewat akun twitter resminya @jokowi, Presiden menghimbau agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kita semua berduka atas kepergian YY yg tragis. Tangkap & hukum pelaku seberat2nya. Perempuan & anak2 harus dilindungi dari kekerasan –Jkw,” kicau Jokowi.

Selain itu, para netizen  juga mengirimkan video pendek berdurasi sekitar 5 detik sebagai aksi solidaritas terkait peristiwa tersebut. Dalam video ini para netizen  menyalakan api dari korek atau lilin sambil mengucapkan kalimat “Saya bersama Yuyun”

Seperti dilansir oleh beberapa situs berita lokal Bengkulu, jasad Yuyun ditemukan tewas tanpa busana pada 5 April 2016 silam. Berdasarkan penyelidikan polisi, Yuyun yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang, tewas akibat diperkosa secara bergilir dan dibunuh oleh 14 orang pada 2 April 2016 sekitar pukul 13.00 WIB.

Hasil visum menunjukan bagaimana pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun dilakukan dengan sangat brutal dan kejam.

Bagian anus dan kemaluan korban sampai menyatu akibat ulah keji para tersangka. Dari visum dokter, korban diduga sudah meninggal saat perkosaan itu masih berlangsung,” ungkap Kapolsek PUT, Iptu. Eka Candra, SH, seperti dilansir dari harianrakyatbengkulu.com.

Mereka yang Menyala Bersama Yuyun
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas