gambar-besar
Musik

6 Album Musik dengan Proses Rekaman yang Mengagumkan

Ilustrasi (Istimewa)

CELAHKOTA.COM – Proses pembuatan sebuah album musik memang tidak semudah yang kita bayangkan. Anda tidak bisa begitu saja  datang ke sebuah studio rekaman dengan selusin lagu dan berharap keesokan harinya semua majalah mengulas tentang album Anda.

Album musik sendiri notabennya adalah pertaruhan harga diri dan gengsi seorang musisi/band. Dimana pada sebuah album musik tergambar jelas bagaimana identitas, warna dan visi seorang musisi/band.

Lagu yang merdu atau lirik yang puitis tidak cukup untuk membuat sebuah album musik yang hebat. Lebih dari itu, proses produksi album musik memang lebih kompleks dari yang kita kira.

Belasan atau bahkan puluhan orang terlibat untuk membuat sebuah album musik. Mulai dari penata suara, produser, hingga seorang desainer yang merepresentasikan sebuah tema album menjadi suatu  visual yang menarik.

Di sepanjang peradaban industri musik populer, beberapa album milik musisi/band berhasil menarik  perhatian dunia. Tidak hanya lewat lagu-lagu yang terdapat di dalamnya, namun juga konsep dan inovasi yang terdapat dalam album-album tersebut.

Berikut kami berikan 6 album musik populer yang digarap dengan proses yang cukup luar biasa:

In Utero (Nirvana)

In-Utero---Nirvana

Setelah sukses dengan album Nevermind miliknya, Nirvana kemudian berencana untuk membuat sebuah album yang menjadi antitesis dari Nevermind.

“Sesuatu yang dibenci oleh para penggemar MTV,” ungkap Kurt Cobain.

Menggaet Steve Albini sebagai produser di album ini, Nirvana kembali ke akar dan identitas dirinya. Parau,mentah dan urakan, begitu kira-kira album ini pantas digambarkan.

Proses rekaman di album ini sendiri dilakukan secara live.

White Pony (Deftones)

Deftone-whitepony

Pada awalnya album ini sempat diragukan. Namun seiring berjalanannya  waktu  beberapa media musik memuji Chino Moreno dkk dan mensejajarkan mereka dengan pionir nu metal lainnya.

Hingga akhirnya keberanian Deftones bereksperimen untuk memadukan elemen metal, shoegaze dan trip-hop berhasil menempatkan mereka pada kelasya sendiri, tidak lagi satu arena dengan Linkin Park, Limp Bizkit atau Papa Roach. Kemampuan  Moreno dalam mengatur tekstur vokalnya yang  meledak-ledak namun tetap dalam kendali juga mendapat pujian oleh para pemerhati musik.

Beberapa juga mengatakan bahwa album ini adalah penyempurnaan dari dua album Deftones sebelumnya, yakni Adrenaline dan Around The Fur).

In Search Of…’ (NERD)

In-Search-Of-Nerd

Rilisan ulang album ini banyak mendapat pujian, terutama di bagian suara drum yang telah direvisi dengan menghilangkan dominasi elektro sehingga terdengar lebih nyata. Kualitas suara di album ini juga terdengar lebih berat, yap! sekali lagi NERD berhasil membuat para pemerhati musik berdecak kagum lewat album ini.

Tak hanya itu, album ini juga digadang-gadang sebagai kerangka dari bentuk musikalitas Pharell William, apalagi jika Anda perhatikan karakter suara drumnya.

Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (The Beatles)

Sg-Peppers-Lonely-Hearts-Club-Band---TheBeatles

Produser George Martin membuang semua buku pedoman bagaimana cara membuat album musik populer  yang baik saat memulai  pengerjaan album ini. Dengan menyisipkan unsur baroque Eropa (yang awalnya terdengar janggal) album ini menjadi begitu otentik dari komposisi suaranya.

Hingga kini, masih jarang kita temukan konsep album seperti ini di industri musik populer.

Thriller (Michael Jackson)

michael-Jackson-Thriller

Kehadiran Quincy Jones  di album studio keenam milik Michael Jackson ini memang memberikan sentuhan yang berbeda, khususnya di lagu Thriller yang kental dengan suasana horor yang cukup ikonik.

Intervensi sang Raja Pop di album ini nampaknya juga sedikit melunak dan dapat diatasi dengan baik oleh  Quincy Jones. Hal itu dapat dilihat dari kehangatan mereka berdua yang terekam di beberapa foto dokumentasi saat proses rekaman berlangsung.

Ok Computer (Radio Head)

ok-computer-radio-head

Jika ditanya siapa yang paling mengerti musik Radio Head selain kelima personilnya, jawabannya adalah Nigel Godrich. Bahkan Godrichsering dianggap sebagai anggota keenam Radio Head.

Tangan dingin Godrich memang telah terlihat sejak album-album terdahulu Radio Head, namun di album ini, kolaborasi Godrich dengan kelima personil Radio Head berhasil menyelamatkan rasa putus asa Thom Yorke akan industri musik kala itu.

Satu hal yang dijanjikan di album ini adalah: ini bukan tipikal album populer yang mudah dinikmati, namun ketika Anda bisa mendapatkan nuansanya, bersiap-siaplah untuk dibuat terkesima.

6 Album Musik dengan Proses Rekaman yang Mengagumkan
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas