Oasis-Morning-Glory
Musik

5 Fakta Menarik Tentang Album ke-2 Oasis Morning Glory (What a Story)

CELAHKOTA.COM – Siapa yang tidak kenal dengan Oasis? Band yang dimotori oleh Gallagher bersaudara ini memang telah dipredikatkan sebagai salah satu band paling berpengaruh di dunia.

Nyaris 21 tahun yang lalu di bulan Oktober band yang terbentuk pada tahun 1991 ini membuat publik dan pengamat musik tercengang dengan album kedua mereka yang bertajuk Morning Glory (What a Story). Nomor-nomor berbahaya seperti Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, dan Champagne Supernova kemudian menjadi lagu wajib bagi para anak muda di era 90an.

Namun tak banyak yang mengetahui seluk beluk tentang album ini. Berikut kami sajikan beberapa fakta yang tidak mungkin Anda ketahui tentang Morning Glory (What a Story).

Oasis-Morning-Glory-2

Semua Terwujud di Album Kedua

Album pertama Definitely Maybe yang diluncurkan oleh Oasis pada tahun 1994 mendapat sambutan positif dari publik dan kritikus musik. Noel mengatakan bahwa debut album mereka adalah ungkapan mimpi untuk menjadi seorang pop star dan kemudian semua mimpi itu menjadi nyata di album kedua.

“Album pertama adalah tentang bermimpi menjadi bintang pop di sebuah band. Album kedua adalah tentang benar-benar menjadi bintang pop di sebuah band,” kata Noel.

Selain itu Noel mengakui tema-tema di album Morning Glory (What a Story) masih berkutat tentang kejenuhannya akan kota Manchester.

“Jika di album pertama isinya tentang pelarian, di album kedua jauh lebih menyebalkan. Ini tentang kehidupan Manchester yang membosankan,” ungkap Noel.

Teka-Teki Wonderwall

Lagu ini ditulis oleh Noel untuk kekasihnya Meg Matthews yang kemudian menjadi istrinya. Noel ingin mengungkapkan betapa pentingnya Meg bagi Noel.

Meg sendiri mengaku agak canggung mendengar sebuah lagu yang sangat terkenal dan ditulis untuk dirinya.

“Kamu tidak bisa tiba-tiba datang ke orang-orang dan mengatakan, ‘hi saya Wonderwall’ atau lagu itu tentang saya,” ungkapnya.

Kata Wonderwall sendiri dipinjam oleh Noel dari debut album solo gitaris The Beatles, George Harrison yang bertajuk “Wonderwall Music, the soundtrack to the 1968 film Wonderwall”

Namun kisah hebat di balik pembuatan lagu itu tidak menghentikan Liam untuk mengecilkan Wonderwall. “itu (lagu Wonderwall) biasa saja,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

“Ini hanya kumpulan kata-kata indah. Sama seperti ketika Anda mencari tiket bus dan kemudian akhirnya Anda menemukannya. Persetan dengan Meg, Wonderwall adalah saya,” kata Liam.

Champagne Supernova, Sisi Paling Egois Noel

“Ini seperti saya datang kepada Anda dan berkata: ‘Saya Mr. Noel Gallagher. Apakah kamu tau siapa saya? Saya yang paling hebat, seperti Muhammad Ali,” kata Noel menjelaskan tentang lagu tersebut.

Champagne Supernova sendiri juga diakui oleh Noel sebagai efek paling hebat dari drugs.

“Saat saya sadar anda akan mendapatkan ‘Roll With It’ – lagu pop yang biasa-biasa saja. Namun ketika saya sedang dalam pengaruh obat-obatan, Saya akan menjadi seorang bajingan serius yang sombong, Anda mengerti!” kata Noel dalam sebuah wawancara.

Kebanyakan Lagu yang Terkenal di Lagu Ini Ditulis Ketika Noel Mengantuk

“Saya menulis lagu sebelum tidur. Saya tidak mempunyai lirik, hanya melodi dan jika ketika saya bangun lalu mengingatnya, saya tau lagu ini akan menjadi hebat,” ungkap Noel dalam sebuah wawancara.

Beberapa lagu yang sukses menggunakan metode ini adalah Don’t Look Back in Anger dan sebagian besar lagu di album Definitely Maybe.

“Ketika saya bangun, saya teringat lagu itu (yang ditulis sebelum tidur) chord demi chordnya. Saya langsung tau vokal dan suku kata yang akan saya gunakan,”katanya.

Liam Ingin Keluar dari Oasis di Album Ini

Beberapa bulan setelah album ini rilis, vokalis utama Oasis yang juga merupakan saudara kandung Noel, Liam Gallagher mengungkapkan keinginannya untuk keluar dari band yang dibentuknya itu. Salah satu alasannya adalah karena Liam tidak bisa menulis lagu sebaik Noel selama dirinya masih ada di band ini.

“Saya rasa saya bisa menulis lagu yang lebih baik, jauh lebih baik, sekitar 100 kali lebih baik dari yang Noel bisa. Tapi saya tidak bisa melakukannya sekarang karena saya tidak punya waktu, saya terlalu sibuk memikirkannya  dan teralu sibuk menjadi penyanyi di Oasis,” ungkap Liam

Liam sendiri mengaku bahagia dengan pencapaian yang berhasil diraih oleh Oasis.

“Saya tidak bilang bahwa saya tidak bahagia, saya benar-benar bahagia (menjadi bagian dari Oasis). Tapi ada kehidupan lain di luar Oasis untuk saya,” tutupnya.

5 Fakta Menarik Tentang Album ke-2 Oasis Morning Glory (What a Story)
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Ke atas