presiden-joko-widodo
Luar Negeri

Blusukan Jokowi di Seoul jadi “Trending Topic”

Sejumlah gambar dan cuitan para pengguna media sosial tweeter mengenai kunjungan Jokowi ke Seoul dan acara pertemuan Diaspora.

CELAHKOTA.COM – Kabar kunjungan Presiden Joko Widodo yang melakukan “blusukan” di Kota Seoul, Korea Selatan menjadi topik terhangat di media sosial Twitter selama dua jam pada Minggu malam.

“Kami membuat trending topic bersama WNI mahasiswa dan pekerja di Korsel. Alhamdulillah berhasil menjadi trending topic internasional,” kata Koordinator Fungsi Konsuler Aji Surya seperti dikutip kantor berita Antara, Senin pagi.

Cuitan dengan tanda pagar (#) dengan nama #jokowidikorea dan #jokowiblusukanseoul masing-masing secara berurutan berhasil melesat menjadi topik terlaris Twitter.

Sejumlah gambar dan cuitan para pengguna media sosial tweeter mengenai kunjungan Jokowi ke Seoul dan acara pertemuan Diaspora memenuhi tagar tersebut.

Menurut Aji, untuk turut menyukseskan kunjungan kenegaraan Jokowi di Seoul, dirinya bersama 40 WNI pekerja di Seoul berlomba-lomba mengunggah gambar dan cuitan mengenai pertemuan Diaspora dengan Jokowi.

Pertemuan Diaspora di Crystal Ballroom, Lotte Hotel, Seoul dimulai pada sekitar pukul 18:30 waktu setempat dan berakhir pada sekitar pukul 20:30.

Sekitar 1.300 WNI yang tinggal di Korea Selatan datang ke Seoul untuk melakukan diskusi bersama presiden. Menurut Dubes RI untuk Korsel John A Prasetio, ribuan WNI itu datang ke Seoul dari berbagai penjuru negara itu.

Saat Presiden memasuki ruangan, para WNI berteriak memanggil nama Presiden Jokowi dan berebut jabatan tangan. Presiden Jokowi juga mengaku kaget dengan banyaknya jumlah masyarakat Diaspora Korsel yang hadir di ruangan tersebut.

Bicara KPK dan Antikorupsi

Di Korea, Presiden menegaskan komitmen pemerintahan dalam mencegah korupsi dengan memperbaiki sistem kerja yang efisien dan transparan. Dia juga berbicara soal peran instrumental KPK dalam kampanye antikorupsi era kekuasaannya.

“Kalau sistem terbangun baik, ruang korupsi jadi tidak ada. Penindakan dilakukan secara masif dan keras oleh KPK,” kata Jokowi.

Peserta forum Diaspora menanyai Presiden soal hal paling rumit yang dialami Presiden yang dijawab Jokowi bahwa korupsi adalah masalah terumit pertama.

Jokowi menjelaskan fokus utama pemerintahannya saat ini adalah membangun sistem untuk mencegah kesempatan korupsi.

“Perbaiki sistemnya. Misalnya BKPM, dulu bisa berbulan-bulan, sekarang tiga jam. Cegah gratifikasi dan amplop-amplop,” kata Jokowi.

Hal kedua yang disebutkan Presiden adalah penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

“Walau Eropa di atas 30 persen, di Indonesia 5,6 persen tapi dikali 250 juta bukan angka kecil, bukan angka sedikit,” jelas Jokowi.

Hal ketiga adalah menyelesaikan masalah kemiskinan yang disebut Jokowi sebagai hal rumit ketiga yang harus dia entaskan. Presiden menyatakan  kesenjangan si kaya dan si miskin harus dihilangkan.

Keempat, Jokowi sedang mengatasi kesenjangan wilayah dengan membangun infrastruktur transportasi seperti pelabuhan, bandara,  jalan tol dan jalur kereta api di luar Pulau Jawa.

“Kelima, tentu saja kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat lagi, tapi masalahnya semua negara pertumbuhannya turun,” jelas Presiden.

Pemerintah Indonesia sedang melakukan promosi investasi dan bisnis kepada investor, baik lokal maupun asing, melalui deregulasi ekonomi untuk kemudahan bisnis.

Selain itu, pembangunan infrastruktur transportasi juga diharapkan mendongkrak kesenjangan ekonomi dan memperkuat ketersambungan antarpulau yang dapat mengerek turun biaya logistik.

Menurunnya biaya logistik, akan otomatis menurunkan harga barang kebutuhan pokok di daerah, terutama di pelosok.

Blusukan Jokowi di Seoul jadi “Trending Topic”
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas