eropa-turki
Berita

Turki Tidak Akan Masuk UE Jika Berlakukan Hukuman Mati

CELAHKOTA.COM – Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert mengecam rencana pemberlakuan hukuman mati oleh pemerintah Turki pasca kudeta militer, Jumat (15/7) kemarin. Menurut Seibert, pemberlakuan hukuman mati malah akan mengacam keanggotaan Turki di Uni Eropa (UE).

“Tidak  mungkin UE akan membukakan pintu kepada negara yang masih memberlakukan hukuman mati,” kata Seibert dalam sebuah konferensi pers di Berlin, Senin (18/7).

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Jerman juga mendesak Turki untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan para pelaku kudeta sesuai dengan nilai-nilai demokratis serta tetap menjunjung hak-hak asasi manusia.

Perundingan terkait keanggotaan Turki juga terancam batal jika pemerintahan Erdogan bersikukuh memberlakukan hukuman mati.

“Kami secara khusus menolak hukuman mati dan perundingan keanggotaan Turki di UE akan berakhir jika rencana hukuman itu tetap dijalankan,” tegas Seibert.

Diketahui, pemerintah Turki dikabarkan akan memberlakukan hukuman mati kepada dalang kudeta militer yang menewaskan ratusan korban jiwa tersebut. Tak hanya itu , Turki  juga siap mengibarkan bendera perang kepada siapa saja yang coba melindungi pelaku kudeta.

Sementara beberapa anggota UE sendiri memang telah sejak semula menolak wacana bergabungnya Turki ke dalam UE. Mereka menilai pemerintahan Erdogan tidak sejalan dengan prinsip UE yang kerap mengekang kebebasan warganya.

Erdogan oleh negara-negara barat memang dituding ingin menghancurkan warisan Mustafa Kemal Ataturk yang menjadikan sekularisme sebagai landasan negara.

Turki Tidak Akan Masuk UE Jika Berlakukan Hukuman Mati
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas