Santoso-Profil
Berita

Apa Hebatnya Santoso? Hingga Menjadi Teroris Paling Dicari di Asia Tenggara

Santoso atau Abu Wardah (Foto: WIkipedia)

CELAHKOTA.COM – Pihak kepolisian telah memastikan bahwa salah satu dari dua korban tewas dalam aksi baku tembak di Poso adalah Santoso. Lalu siapakah sebenarnya Santoso? Apa yang membuatnya begitu berbahaya hingga namanya  masuk kedalam daftar teroris yang paling dicari di Amerika Serikat (AS)?.

Santoso atau Abu Wardah pada awalnya menggeluti profesi sebagai pedagang. Dia berjualan barang pecah belah dan sempat beberapa kali bekerja serabutan dengan beragam profesi.

Berdasarkan catatan kepolisian, Santoso sempat tersandung kasus perampokan pada tahun 2004 dan divonis selama 5 tahun. Selebihnya, Santoso tidak lebih dari seorang bandit biasa.

Namun seiring  berjalannya waktu, pria berusia 39 tahun itu kemudian berubah menjadi sosok yang sangat membahayakan.

Ideologi dan paham yang tertanam dalam diri Santoso diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat lelaki  kelahiran Tentena, Sulawesi Tengah naik  “pamornya” di kalangan teroris dunia. Hal itu pula yang membuatnya “naik pangkat” menjadi  pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Baca juga:

Inilah Kronologi Penyergapan Kelompok Santoso

Nama Santoso masuk dalam daftar orang paling dicari oleh kepolisian pada tahun 2011. Kala itu Santoso diduga menjadi dalang pembunuhan tiga polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011.

Polisi kala itu kesulitan mencari jejak Santoso dan kelompoknya karena terkendala kondisi geografis dan persembunyian Santoso yang berada di hutan-hutan. Santoso memang dikenal sangat  militan dan ahli bergerilya, suatu keahlian yang dia dapatkan dalam kepelatihan militer ilegal pada tahun 2001.

Santoso  sendiri dalam aksinya terinspirasi oleh  Abu Bakar Ba’asyir, salah satu pentolan Jemaah Islamiyah (JI) yang juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Tak ubahnya seperti Ba’asyir, Santoso juga mempunyai hubungan dengan jaringan teroris internasional.

Salah satu isu yang berkembang terkait hubungan kelompok Santoso dengan kelompok teroris internasional  adalah rencana menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk wilayah Asia Tenggara. Santoso dan kelompoknya sendiri diketahui sebelumnya sebagai salah satu loyalis ISIS yang bersumpah akan setia kepada ISIS.

Butuh waktu  4 tahun untuk melumpuhkan Santoso, sejak namanya masuk dalam daftar pencarian orang Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 5 Mei 2012. Meski begitu,  tewasnya Santoso dinilai tidak akan membuat lumpuh kelompoknya.

Berikut daftar teror yang di dalangi oleh Santoso dan kelompoknya:

2011

22 Februari- Peledakan Bom di Korowouw

25 Mei- Menembak Polisi di kantor BCA Palu

 

2012

15 November-Penyerangan Mapolsek Poso Pesisir Utara

16 November- Pembunuhan 2 Anggota Polisi

22 November- Bom Pos Lantas Smaker

20 Desember- Penyerangan Patroli Brimob di Kalora

25 Desember- Bom Pos Natal di Pasar Sentral Poso

 

2013

14 Mei- Bom di Mapolres Palu

18 Mei- Bom di Mapolres Palu Timur

3 Juni- Bom Bunuh Diri di Polres Poso

 

2014

10 Juni- Penembakan Mapolsek Poso Pesisir Utara

7 November-Penyerangan Mobil Taktis Brimob

 

2015

16 Januari- Pembunuhan 3 Warga Sipil

17 Agustus- Penembakanm Anggota Polisi

29 November- Penembakan Anggota TNI

 

2016

Penembakan Seorang Anggota Polisi di Sanginora

 

Apa Hebatnya Santoso? Hingga Menjadi Teroris Paling Dicari di Asia Tenggara
1 Komentar

Pilihan

Ke atas