Berita

Ricuh Ormas PP dan IPK di Medan

CELAHKOTA.COM – Massa dua organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) bentrok di sekitar Jalan Thamrin dan Jalan Asia, Medan, Sabtu (30/1). Satu orang dikabarkan tewas dan sejumlah lainnya terluka.

“Massa beratribut IPK awalnya konvoi, kabarnya mau pelantikan di Jalan Pelajar. Enggak tahu sebabnya, mereka menyerang kantor MPW Pemuda Pancasila di Jalan Thamrin,” sebut Mawardi (36) seorang warga. Akibat serangan itu jendela kantor MPW Pemuda Pancasila pecah. Satu unit sepeda motor pun dibakar.

Massa Pemuda Pancasila pun membalas. Dua unit mobil yang diduga ikut konvoi jadi sasaran dan terbalik yaitu Suzuki Escudo BK 2 TW dan sedan Toyota Corolla dengan loreng ormas IPK. Penumpang mobil itu pun jadi sasaran.

Akibat bentrok itu satu orang dikabarkan tewas. Korban tewas diinformasikan bernama M Hutabarat, warga Kampung Kolam. Dia disebut merupakan ketua salah satu ranting IPK di Medan.

Selain itu terdapat korban luka, yaitu Dedi (40 ) mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala. Seorang wanita bernama Eki (20) dan remaja perempuan L (15) dan anak laki-laki E (7) terluka akibat hantaman benda keras.

Seluruh korban dilarikan ke RSU Permata Bunda di Jalan Sisingamangaraja Medan. Massa IPK pun meramaikan rumah sakit itu. Mereka berkumpul di Jalan Sisingamangaraja dan membakar pos dan spanduk Pemuda Pancasila yang ada di sana.

Sementara itu, ratusan massa beratribut Pemuda Pancasial juga masih siaga di sekitar di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Asia.

Di sisi lain, aparat keamanan pun berjaga di sana untuk mencegah bentrok susulan. Selain dari Polresta Medan, personel Brimob Polda Sumut juga berjaga di lokasi. Mereka dibantu petugas dari Kodim 0201 BS.

Belasan Orang Jadi Tersangka

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Dono Indarto mengatakan, pihaknya dan penyidik Polresta Medan telah menetapkan belasan tersangka dari 24 anggota OKP ‎yang diamankan pascabentrokan yang terjadi di Jalan Thamrin dan Jalan Asia, Sabtu (30/1) sore.

“Jumlah pastinya saya lupa ada berapa orang, yang jelas lebih dari 10 orang dari puluhan yang diamankan atas peristiwa di Jalan Thamrim kemarin itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini semuanya masih menjalani pemeriksaan, baik para tersangka maupun yang berstatus sebagai saksi,” jelas Kombes  Dono, Minggu (31/1) saat berada di Polresta Medan.

Sementara siapa dalang yang menyebabkan terjadinya bentrokan antara kedua OKP itu, Dono mengaku belum diketahui karena masih dalam tahap penyidikan. “Kalau untuk dalangnya kami belum tahu. Masih terus dalam penyidikan anggota,” tandas Dono.

Akibat peristiwa tersebut, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk mencopot Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto dan Kapolda Sumut Irjen Ngadino.

Permintaan itu terkait dengan bentrok antara dua organisasi kepemudaan (OKP) Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu 30 Januari 2016 silam.

“Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan situasi, Kapolri harus segera mencopot keduanya,” kata Ketua Neta dalam keterangannya, Minggu (31/1).

Menurut Neta, bentrokan tersebut terjadi karena Mardiaz dan Ngadino tidak berwibawa dan lalai dalam mengamankan Kota Medan. Alhasil, Mardiaz Kusin dan Ngadino tidak mampu menjaga kamtibmas Kota Medan dengan kondusif.

Bentrok yang terjadi antara massa PP dengan massa IPK mengakibatkan satu orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka, serta dua sepeda motor dibakar dan tiga mobil dirusak.

Dua Ormas Berdamai

Asisten 1 Pemko Medan‎ M Mussadad mengatakan kedua organisasi kepemudaan (OKP) yang sebelumnya terlibat bentrok, IPK dan PP, dalam pertemuan di Polresta Medan sudah menyatakan sepakat untuk menciptakan situasi Kota Medan kondusif.

“Kedua belah pihak juga sudah nyatakan ke masing-masing anggota agar bisa menahan diri. Inilah hasil pertemuan kedua belah pihak di Polresta Medan,” ujarnya, Selasa (2/2) sore.

Kata Mussadad lagi, kedua OKP juga sudah menyatakan bahwa kejadian atau pun bentrokan yang terjadi dianggap itu adalah sebagai musibah.

“Kejadian yang lalu juga dianggap sebagai musibah dan tentunya proses hukum diserahkan kepada berwenang. Kita semua juga berharap ke depannya enggak ada lagi bentrokan di antara kedua belah pihak,” ungkap Mussadad.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Medan AR Batubara menegaskan jika ditemukan kadernya yang melakukan bentrokan susulan, ia akan memberhentikannya. Bila perlu SK keanggotaannya dicabut.

“Jika ada saya temukan anggota atau kader Pemuda Pancasila yang membuat bentrokan akan sanksi tegas. Saya akan tinjau kembali dan bila perlu ‎SK keanggotaannya saya cabut dan dibekukan. Nah dengan proses hukum yang sedang ditangani oleh polisi sepenuhnya kita serahkan dan kita tentu akan membantu proses penyidikannya,” ujar AR Batubara.

Dia juga berjanji kepada seluruh masyarakat Kota Medan dan pengurus kecamatan, ranting dan lain-lain agar tetap menahan diri dan tidak terprovokator. Dan ia juga meminta kepada warga Kota Medan agar tidak terpancing dengan isu-isu yang beredar pasca bentrokan beberapa hari lalu.

“Saya juga sampaikan kepada masyarakat Kota Medan agar jangan terpancing dengan isu-isu yang berkembang. Mari kita ciptakan situasi aman di Kota Medan ini. ‎Kemudian masalah hukum yang melibatkan kader kita serahkan ke badan hukum,” tandas Batubara.

Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Ke atas