shalat
Berita

Kok Main Lapor-Laporan?

Sejumlah maksa aksi melakukan shalat berjamaah di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat #AksiDamai411 berlangsung di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (4/11). (Rengga Satria/Celahkota)

CELAHKOTA.COM – Aksi saling lapor jadi buntut demontrasi yang bertajuk #AksiDamai411 di  kawasan Istana Negara,  Jakarta Pusat, Jumat (4/11) silam. Setelah sebelumnya Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Buni Yani menjadi terlapor terkait kasus dugaan penistaan agama yang kemudian memicu aksi demo besar-besaran tersebut,  kini beberapa tokoh yang terkait dalam #AksiDamai411 juga terlibat aksi saling lapor.

Musisi  sekaligus calon Bupati Bekasi, Ahmad Dhani dilaporkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya oleh relawan Jokowi “Laskar Rakyat Jokowi (LRJ)” dan “Projo”. Ahmad Dhani dituduh menghina Presiden Jokowi saat melakukan orasi di sekitar  kawasan Istana Negara saat  #AksiDamai411 berlangsung, Jumat (04/11) silam.

“Saya sangat sedih sekali dan menangis mempunyai Presiden yang tak menghargai habaib dan ulama. Ingin saya katakan an**** tapi tidak boleh,”  ujar Ahmad Dhani  dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial  youtube.

Ketua Umum LRJ Riano Oscha menuduh bos Republik Cinta itu telah menghina Presiden yang merupakan simbol negara.

“Ahmad Dhani telah melecehkan Presiden saat orasi demo 4 November,” tegas Riano.

Ahmad Dhani sendiri melalui kuasa hukumnya Ramdan Alamsyah mengatakan orasinya sudah dipelintir. Ramdan menegaskan bahwa video orasi  Ahmad Dhani yang kini  viral di dunia maya telah diedit sehingga merubah makna dan maksud orasi.

“Ada yang dipenggal dan mengubah makna dari fakta video sesungguhnya,” ujar Ramdan Dalam jumpa pers di rumah Dhani di Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (7/11).

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya akan memanggil  kedua belah pihak ,baik terlapor ataupun pelapor untuk dimintai keterangan. Namun sebelumnya,penyidikakan terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti dan meminta tanggapan saksi ahli mengenai kasus tersebut.

“Kita  akan panggil kedua belah pihak. Kita juga akan kumpulkan bukti-bukti jadi kita tunggu proses dari penyidik hasilnya apa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat ditemui di kantornya, Senin (14/11).

SBY  dan “Lebaran Kuda”

Selain Ahmad Dhani, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dilaporkan oleh Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi terkait pidatonya pada 2 November lalu yang dinilai sarat provokasi.

“Awal penyampaian dalam pidato itu cinta damai, namun setelah dipelajari pidato itu mengandung hasutan dan kebencian etnis tertentu,” kata Koordinator Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien.

Hal ini kemudian menimbulkan reaksi  dari berbagai pihak,  salah satunya dari partai besutan SBY, Partai Demokrat.  Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin bahkan menyebut organisasi yang melaporkan SBY  sebagai organisasi tidak jelas.

“Karena kalau mengatasnamakan struktur HMI, tentu ada di dalam struktur kepengurusan HMI yang ada. Jadi, jelas ini organisasi tidak jelas, ngaku ngaku dan tidak mempunyai kapasitas hukum sama sekali untuk melaporkan,” ujar Didi di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP-Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga merupakan tokoh HMI dan Pengurus Besar HMI (PB HMI) membantah keberadaan Forum Silahturahmi Alumni HMI.  Organisasi itu juga dinilai tidak mempunyai kapasitas untuk melaporkan SBY.

Kok Main Lapor-Laporan?
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas