Ratusan ribu orang geruduk Istana terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.  (Rengga Satria/Celahkota)
Berita

Apakah Ahok Mencederai Kebhinekaan?

Ratusan ribu orang geruduk Istana terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat. (Rengga Satria/Celahkota)

(Sebelumnya) Siapa Sebenarnya yang Mengancam Kebhinekaan Kita?

Pada tanggal 27 September lalu, pidato Ahok saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dinilai melukai perasaan umat Islam. Ahok dituding telah menistakan kitab suci umat Islam dengan mengatakan ‘jangan mau dibohongi pakai Surat Al Maidah 51.’

“Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohin, begitu, oh nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak Ibu,” kata Ahok saat kunjungannya yang kemudian tersebar luas di masyarakat.

Hal ini kemudian menimbulkan reaksi keras dari umat Islam. Puncaknya adalah pelaporan Ahok atas tuduhan penistaan agama dan #AksiDamai411 yang diikuti ratusan ribu umat Islam di kawasan Istana Negara, Jumat (4/11) lalu.

Pasca aksi yang begitu besar tersebut, Presiden Jokowi kemudian melakukan kunjungan silahturahmi ke ulama-ulama dan organisasi masyarakat (Ormas) Islam. Hal tersebut dilakukan Presiden demi mendinginkan suasana dan meredakan ketegangan antara umat Islam dan negara yang dinilai tidak berimbang terkait kasus penistaan agama oleh Ahok.

Meski akhirnya Polri dalam gelar perkaranya telah memutuskan Ahok sebagai tersangka, namun hujatan dan kecaman Ahok terus bergulir.

Salah satunya adalah penghadangan yang dilakukan sekelompok massa di beberapa lokasi kampanye Pilkada pasangan Ahok-Djarot di Jakarta. Massa menjadikan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok sebagai alasan penghadangan tersebut.

Akibatnya, elektabilitas pasangan calon nomor dua itu pun melorot. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survey dukungan untuk Ahok turun dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen, pasca ditetapkannya mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai tersangka.

Selanjutnya:

Bom Gereja, Ujian Bagi Kebhinekaan Kita

Apakah Ahok Mencederai Kebhinekaan?
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas