ahok-demo-3
Berita

411, Ketika Ratusan Ribu Massa Gelar “Pengadilan” untuk Ahok

Ratusan ribu orang geruduk Istana terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat. (Rengga Satria/Celahkota)

CELAHKOTA.COM – Jum’at  (4/11) menjadi catatan tersendiri dalam sejarah demokrasi dan penegakan hukum di negeri ini.  Juga bagi umat Islam dan perjalanan karir politik Ahok.

Ratusan ribu massa yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat dan Ormas Islam turun ke jalan. Dengan berpakaian serba putih, ratusan ribu manusia itu menyemut dan melumpuhkan jalan protokol di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Demonstrasi yang bertajuk #AksiDamai411 itu menuntut penegakan hukum kepada Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait tuduhan penistaan agama yang dilakukannya. Beberapa pengamat mengatakan ini adalah aksi demo terbesar pasca reformasi 98.

Aksi ini sendiri dimulai setelah shalat Jumat. Sebagian besar massa aksi bergerak dari beberapa titik, antara lain dari Masjid Istiqlal, Bundaran Patung Kuda dan sebagian lagi sudah berada di  kawasan Monumen Nasional (Monas).Tujuan mereka satu, Istana Negara.

Takbir dan shalawat  terus berkumandang di langit Jakarta selama aksi long march menuju Istana.  Meskipun sesekali umpatan dan makian terhadap Ahok juga terdengar, namun hal tersebut tidak berhasil memprovokasi massa.

#AksiDamai411 ini sendiri tidak hanya diikuti oleh demonstran dari Jakarta  saja, namun banyak juga massa  aksi yang datang dari daerah lainnya. Selain itu,  sejumlah tokoh baik itu dari  kalangan ulama, politikus  ataupun seniman turut meramaikan aksi ini,  antara lain Aa Gym, , Syaikh Ali Jaber, Fadly Zon, Fahri Hamzah, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani dan tak ketinggalan tentu saja Habib Rizieq Shihab, Imam Besar FPI.

Hingga sore, aksi demo berjalan cukup damai meski beberapa kali terjadi provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.  Namun sayangnya selepas maghrib suasana demo menjadi  memanas.

Puncaknya pada pukul 19:00  WIB, barikade massa aksi demo yang tadinya melindungi polisi tak  lagi mampu menahan massa demo  lainnya yang merangsek ke depan. Lemparan botol air mineral,  batu,  bahkan (versi polisi) anak panah dan kelereng menghujami petugas.

Untuk menahan massa yang semakin tidak terkendali,  polisi kemudian menembakan gas air mata. Namun bukannya meredakan,  tembakan gas air mata tersebut justru membuat massa  semakin  beringas.

Satu orang meninggal dari pihak demonstran saat kericuhan ini terjadi.  M Syachrie Oy Bcan (55 tahun), meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan kepolisian, korban meninggal akibat sakit asma dan tidak ditemukan luka-luka atau pun tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sementara itu tiga mobil polisi juga dibakar oleh massa aksi saat kericuhan terjadi. Beberapa  petugas yang mengamankan demo ini pun diketahui mengalami luka-luka.

#AksiDamai411 ini pun dinilai berbagai pihak sebagai puncak dari rivalitas antara Ahok dan Ormas Islam.

411, Ketika Ratusan Ribu Massa Gelar “Pengadilan” untuk Ahok
Komentar gratis klik di sini

Tinggalkan pesan

Pilihan

Ke atas